Perundungan atau bullying itu gak cuma berbahaya buat manusia. Buat ayam juga ternyata. Buktinya ayam ini, selalu dibully teman-temannya tiap hari, tiap waktu. Selalu digalakin, dipatuk, ditendang.

Mungkin juga Dibully secara verbal, dikata-katain. Kata-kata kotor. Sumpah serapah. Mungkin lho, ya. Soalnya saya gak ngerti bahasa ayam.

Akhirnya dia menyingkir, memisahkan diri dari pergaulan sosial perayaman. Sering terlihat murung dan bermuram durja, badan layu gak bersemangat, wajah suram tanpa cahaya.

Sudah dicoba berbagai ramuan obat-obatan. Gak ada yang mempan. Kemudian gak mau makan. Nafsu makannya hilang drastis entah ke mana. Sepertinya sudah kena psikologisnya. Mungkin dia merasa hidup sudah gak berguna. Hilang gairah. Hilang cita-cita dan keinginan. Bahkan untuk sekedar mematuk sejumput pakan. Kalo iya begitu, artinya butuh psikolog. Tapi sayang gak ada psikolog di dunia ayam.

Dan beberapa hari kemudian nyawanya tak terselamatkan. Pagi-pagi didapati sudah terbujur kaku. Tatapan nanar dan rasa sedih menyelinap. Ada penyesalan. Terutama kenapa gak dari kemarin dipindahkan saja ke kuali; jadi opor atau rendang.

Yang jadi misteri, apakah ada penyesalan dari teman-teman ayamnya yang membully dia. Atau rasa sedih karena kehilangan teman. Atau merasa berdosa karena telah berbuat dzolim kepada sesama ayam. Meskipun teman yang mereka benci.

Yang pasti bukan misteri, ayam-ayam pembully itu terbebas dari objek hukum manusia. Baik hukum negara atau apalagi agama. Artinya, gak dianggap jahat dan berdosa. Gak kena dosa berbuat dzolim atau berkata-kata kotor, ghibah atau namimah.

Jadi kalo mau berbuat dzolim tapi terbebas dari konsekuensi hukum dan dosa. Jadi ayam aja. Eh, tapi ini becanda. Mana mungkin bisa, kan? Kalopun bisa – misalnya dengan asumsi semua mungkin jika Allah berkehendak – takutnya malah jadi ayam yang kena bully. Apes, kan? Dua kali lagi. Jadi ayam dan kena bully ayam.

Tapi ini, kok, ngomongin ayam jatuhnya jadi ke mana-mana?

Ya, kan apa saja bisa kita jadikan pelajaran hidup. Termasuk dari ayam yang mati kena bully. Apalagi buat saya yang piara ayamnya. Sudah mah gak bisa diambil dagingnya buat dimasak, ya minimal bisa diambil hikmahnya.

[Warungbambu,14/04/26]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *