Apakah Anda pernah bertanya pada diri sendiri, mengapa di tengah kemewahan konsumsi modern, tradisi kurban tetap menjadi momen paling menegaskan rasa solidaritas umat? Lebih lagi, mengapa ribuan keluarga yang tak mampu masih menanti sekeping daging yang bisa mengubah nasib mereka? Pertanyaan‑pertanyaan ini menguak sebuah paradoks: di satu sisi, kurban adalah ibadah yang bersifat pribadi, namun …