Ketika aku pertama kali menelusuri pasar tradisional di pinggiran kota, mata ku langsung tertumbuk pada sekawanan sapi yang dibanderol dengan label “Harga Sapi Kurban” yang melambung tinggi, seakan menantang setiap dompet yang berani. Aku masih ingat, di tengah teriakan penjual yang bersahut-sahutan, seorang ibu‑ibu berusia 45 tahun menatapku dengan mata penuh kebingungan: “Kenapa tahun ini …